• image01

    Cewex Seksi Bertato Mata

    25 Maret 2014 by : Admin
    Wanita ini seolah-olah sedang membelah dadanya yang di terdapat tato 3D mata raksasa....

  • image02

    Seni tato 3D yang bikin merinding

    21 Maret 2014 by : Admin
    Selain keren, unik dan lucu, tato 3D ini juga bisa membuat anda merinding melihatnya. Tato...

  • image03

    Parah, Microsoft kerap jual data pengguna pada FBI!

    21 Maret 2014 by : Admin
    Merdeka.com - Hacker yang tergabung dalam Syrian Electronic Army kembali berulah. Kali ini,...

  • image04

    Ini 50 emiten dengan tata kelola terbaik

    21 Maret 2014 by : Admin
    Merdeka.com - Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) mengumumkan sebanyak...

Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan


Merdeka.com - Kasus penyadapan terhadap Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sejumlah pejabat membuat hubungan Indonesia dan Australia menghangat. Presiden SBY langsung menghentikan pertukaran informasi, latihan militer dan kerja sama di bidang people smuggling.

Sadap menyadap sejatinya merupakan kegiatan intelijen. Dunia intelijen dan spionase penuh intrik, tipu daya dan strategi. Spionase atau mata-mata juga tak bisa dipisahkan dari para agen rahasia yang cantik.

Saat perang dingin di era 60an, Uni Soviet dan Blok Timur terkenal dengan mata-mata cantik berkode Burung Layang-Layang. Para wanita cantik ini menggoda diplomat asing hingga naik ke atas ranjang. Si korban tak sadar, wanita yang sangat memikat itu agen rahasia.

Para pria baru sadar saat beberapa hari kemudian video atau foto rekaman mesum mereka dikirim melalui surat khusus. Plus permintaan' untuk bekerja sama atau video mesum itu akan disebarluaskan.

Nah, Presiden Soekarno pun pernah hampir jadi korban salah satu mata-mata cantik ini. Cerita ini ditulis Roger Boar dan Nigel Blundell dalam buku The World's Greatest Spies and Spymasters.

Zaman Orde Lama, hubungan Soekarno dan Rusia sangat dekat. Presiden pertama ini cukup sering berkunjung ke Rusia dan negara-negara Uni Soviet. Suatu hari para petinggi KGB mencoba memeras Soekarno .

"Presiden Indonesia Achmed Soekarno mempunyai reputasi dunia sebagai pengagum wanita, sehingga pantas saja KGB mencoba memfitnahnya dengan perangkap seks ketika ia berkunjung ke Moskow," tulis Boar dan Blundell.

Saat itu kecantikan wanita-wanita Rusia juga sudah tersohor ke seluruh dunia. Seorang wanita yang luar biasa cantik dan seksi dipilih untuk melayani Soekarno . Tentu saja kemesraan mereka direkam oleh KGB.

Para agen KKB pun mencoba menggertak Soekarno dengan memperlihatkan film rekaman mereka. Tapi jawaban Soekarno membuat para agen terperangah.

"Bisa berikan lagi beberapa copy? Rakyat saya pasti akan benar-benar bangga melihat saya!" jawab Soekarno santai.

Para agen KGB pun tak jadi memeras Soekarno . Mereka lupa Soekarno tak bisa digertak dengan cara apa pun.


Merdeka.com - Menjadi ajudan presiden tentu harus juga menjadi benteng perlindungan presiden pada situasi-situasi berbahaya. Apalagi, tak jarang ancaman berbahaya menimpa presiden sebagai orang nomor satu republik. 

Cerita ajudan bertaruh nyawa banyak muncul pada era Bung Karno. Ketika itu, ancaman pembunuhan tak cuma sekali dua kali. Misalnya pada sebuah peristiwa, 14 Mei 1962, pada Hari raya Idul Adha. Saat itu, seorang pengikut Kartosoewirjo, Sanusi menembakkan pistolnya ke arah Presiden Soekarno selagi salat di halaman Istana.

Mantan ajudan presiden Mangil Martowidjojo mengisahkan peristiwa Senin pagi itu. Saat itu, Mangil mengaku sengaja tidak ikut salat. Dia duduk enam langkah di depan Bung Karno. Dia bersama Inspektur Polisi Soedio duduk menghadap umat. Sementara tiga anak buah Amoen Soedarjat, Abdul Karim dan Soesilo, pakai pakaian sipil duduk di sekeliling Bung Karno.

Peristiwanya cepat sekali. "Sewaktu umat sedang dalam posisi rukuk, terdengar teriakan keras, seseorang menyerukan takbir. Dari sudut mata saya, nampak dengan sekelebatan, tangan kanan seseorang mengacungkan pistol. Saya langsung lari ke depan, meloncat untuk bisa melindungi Bapak. terdengar beberapa kali bunyi tembakan. Saya berharap bapak tidak kena karena tubuhnya berada di bawah saya. Bersama Soedarso, bapak segera kami seret menjauhi lokasi. Sedangkan Soedio berjalan mundur, sambil memegang pistol, menghalau mereka yang mencoba mengikuti..."

Saat peristiwa itu, Amoen Soedarjat dan Soesilo tertembak. "Mangil, piye kondisine Amoen?" bertanya Bung Karno tentang kondisi pengawalnya setelah membuka mata di tempat tidur Istana. Oleh Mangil seperti diceritakan dalam bukunya, "Kesaksian Mangil tentang Soekarno", dijawab bahwa keduanya sudah dibawa ke rumah sakit.

Dalam sidang, Sanusi Firkat alias Usfik, Kamil alias Harun, Djajapermana alias Hidajat, Napdi alias Hamdan, Abudin alias Hambali dan Mardjuk bin Ahmad dihukum mati.

Sementara Kartosoewirjo yang memerintahkan pembunuhan itu juga divonis mati. Permintaan grasinya ditolak Bung Karno, teman diskusinya di masa muda. Eksekusinya dilakukan 5 September, 50 tahun lalu.

Upaya pembunuhan terhadap Bung Karno bukan sekali ini saja terjadi. Pada 30 November 1957, Presiden Soekarno datang ke Perguruan Cikini (Percik), tempat bersekolah putra-putrinya, dalam rangka perayaan ulang tahun ke-15 Percik. Granat tiba-tiba meledak di tengah pesta penyambutan presiden.

Sembilan orang tewas, 100 orang terluka, termasuk pengawal presiden. Soekarno sendiri beserta putra-putrinya selamat. Tiga orang ditangkap akibat kejadian tersebut. Mereka perantauan dari Bima yang dituduh sebagai antek teror gerakan DI/TII.

Lantas pada 9 Maret 1960. Tepat siang bolong Istana presiden dihentakkan oleh ledakan yang berasal dari tembakan kanon 23 mm pesawat Mig-17 yang dipiloti Daniel Maukar. Maukar adalah Letnan AU yang telah dipengaruhi Permesta. Kanon yang dijatuhkan Maukar menghantam pilar dan salah satunya jatuh tak jauh dari meja kerja Soekarno. Untunglah Soekarno tak ada di situ. Soekarno tengah memimpin rapat di gedung sebelah Istana Presiden. (Maukar sendiri membantah ia mencoba membunuh Soekarno. Aksinya hanya sekadar peringatan. Sebelum menembak Istana Presiden, dia sudah memastikan tak melihat bendera kuning dikibarkan di Istana tanda presiden ada di Istana). Aksi ini membuat 'Tiger', call sign Maukar, harus mendekam di bui selama 8 tahun.

7 Januari 1962. Presiden Soekarno tengah berada di Makassar. Malam itu, ia akan menghadiri acara di Gedung Olahraga Mattoangin. Ketika itulah, saat melewati jalan Cendrawasih, seseorang melemparkan granat. Granat itu meleset, jatuh mengenai mobil lain. Soekarno selamat. Pelakunya Serma Marcus Latuperissa dan Ida Bagus Surya Tenaya divonis hukuman mati.

1960-an. Presiden Soekarno dalam kunjungan kerja ke Sulawesi. Saat berada dalam perjalanan keluar dari Lapangan Terbang Mandai, sebuah peluru mortir ditembakkan anak buah Kahar Muzakkar. Arahnya kendaraan Bung Karno, tetapi ternyata meleset jauh. Soekarno sekali lagi, selamat.

Desember 1964. Presiden Soekarno dalam perjalanan dari Bogor menuju Jakarta. Rombongannya membentuk konvoi kendaraan. Dalam laju kendaraan yang perlahan, mata Soekarno sempat bertatapan dengan seorang lelaki tak dikenal di pinggir jalan. Perasaan Soekarno kurang nyaman. Benar saja, lelaki itu melemparkan sebuah granat ke arah mobil presiden. Beruntung, jarak pelemparannya sudah di luar jangkauan mobil yang melaju. Soekarno pun selamat.